Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Januari 2017
Jodoh itu rahasia Allah
Jodoh itu rahasia Allah,sekuat mana kita setia, sehebat mana kita
selalu merancang, selama mana kita menunggu, sekeras apapun kita
bersabar, sejujur bagaimana kita selalu
menerimanya, jika Allah telah menentukn bahwa kita bukan dengan dirinya,
kita tidak akan pernh bisa akan bersamanya, dan jika Allah telah
menentukan bahwa kita denganya, kita akan pasti bersamanya, karna tulang
rusuk dan pemiliknya takkan pernah tertukar dan pasti akan bertemu pada
saat yang tepat.
Jumat, 02 Desember 2016
Negeri tanpa telinga.
Ini Negeri yang aneh seakan akan tidak ada perbedaan antara orang yang
bersalah dengan yang disalahkan. Hukum yang bisa dibeli dengan uang,
suap menyuap yang menjadi tradisi. pungli yang menjadi keharusan. nilai
nilai agama yang semakin menghilang dan kebodohan yang merajalela. Maling tiga bilah kayu dihukum lima tahun,sedangkan maling uang rakyat bermilyar-milyaran bisa bebas berkeliaran tanpa dihukum. mana keadilan yang terdapat di dalam lima dasar yang terdapat didalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
Rabu, 30 November 2016
Bidikmisi!!
Ketika saya
mendaftar menjadi peserta bidikmisi di salah satu Universias di....... (harap
maklum saya sensor, UU ITE udah resmi
berlaku hahaha).
Oh ya,saya agak bingung kenapa banyak sekali persyaratan yang harus di ajukan
untuk menjadi peserta bidikmisi. Mulai dari copy KTP, KK, akta kelahiran, dsb..
Tiba-tiba saya terhenti pada salah satu persyaratan dokumen yang dibutuhkan. Yakni
SKTM, ya benar sekali SKTM, kenapa ya harus mendapat persetujuan dari desa/kelurahan, kecamatan,
RT/RW,dan kenapa gk sekalian aja minta suratnya sama petugas KUA dan minta
penghulu biar dinyatakan sah menjadi peserta bidikmisi..
Saya heran, kenapa sih beasiswa di perkuliahan
selalu identik dengan SKTM (surat keterangan tidak mampu)? Apa karena 'hanya'
orang tidak mampu yang boleh dapat beasiswa dari pemerintah?
Saya kecewa! Sepenuhnya kecewa!
Maaf, bukan karena saya sombong dengan kekayaan, bukan. Percayalah, keluarga
saya dapat dikatakan cukup, tak lebih. Tapi saya tak ingin dianggap tak mampu,
orang tua saya mampu kalau sekedar bayar
kuliah.
Saya kecewa dengan sistem persyaratan beasiswanya,
apakah artinya saya harus berpura-pura miskin agar dapat dana yang 'memang
seharusnya' menjadi hak saya?
Apakah artinya yang boleh pintar hanya orang yang (maaf) tak mampu?
Dan apakah artinya orang yang berkecukupan materi dan memiliki kepintaran tak
perlu mendapat beasiswa dari pemerintah ?
Saya juga TIDAK bermaksud mengambil hak orang yang tak mampu, bukan. Saya meraihnya karena pencapaian nilai saya yang memang di atas standar yang sudah ditetapkan.
Apakah artinya saya tak dibolehkan memiliki penghargaan atas pencapaian saya
walaupun saya berkecukupan?
Bukan pula artinya saya belajar dan memiliki nilai
tinggi hanya demi uang yang tak seberapa. Saya (sekali lagi) hanya ingin
dihargai atas kekayaan intelektual yang saya miliki.
Jelaslah, alasan mengapa Indonesia tak bisa maju.
Karena yang memiliki kekayaan intelektual tak di hargai di rumah sendiri..
Pak nganu,dan
Pak nganu, Pak Menteri nganu, yang memiliki kekuasaan atas negeri yang
kaya raya ini ,Saya harap saya dapat penjelasan, mengapa wajib
mengajukan SKTM, mengapa wajib mengaku tak mampu demi uang beasiswa yang (saya
yakin) tak seberapa juga besarnya.
Saya harap, kelak tak ada lagi yang perlu
berpura-pura miskin demi mendapat uang beasiswa yang tak seberapa. Agar
pendidikan yang mereka jalani tak penuh dengan kebohongan.
Cukup, saya tidak menghina diri saya sendiri dengan menyatakan diri sebagai orang tak mampu. Saya berkecukupan, dan saya cukup cerdas dan pintar untuk berkontibusi dalam mengangkat harkat dan martabat saya sebagai manusia intelek.
Pak nganu,dan Pak Menteri nganu, serta para jajaran
si nganu.
Saya tak perlu ke luar negeri sana agar diakui
sebagai salah satu aset negara yang (perlu) dihargai, bukan?
Saya masih memiliki banyak kesempatan untuk diakui oleh negara lain. Tapi itu
tak perlu bukan? Jika saya (masih) dihargai di negeri ini...
Langganan:
Postingan (Atom)
lebih baik memiliki 1 artikel berkualitas hasil karya kita sendiri daripada memiliki 100 artikel hasil copas dan tidak berkualitas sama sekali.
Jumlah Kunjungan
Labels
- Curhatan
- Ibadah
- Kisah Islami
- Puisi
- Tulisan

