Jodohku, siapa namamu? Ah, aku selalu menerka-nerka, gelisah tentang
sosok yang akan menemani separuh hidupku. Padahal bisa jadi, kamu adalah
orang yang sudah kukenal sangat lama.
Padahal bisa jadi, kita selalu bertemu setiap hari. Padahal bisa jadi,
kita belum kenal tapi pernah berpapasan. Padahal bisa jadi, kamu adalah
teman dunia mayaku.
.
Jodohku, siapa namamu? Aku mencarimu tiap
hari; meski hanya lewat butiran doa. O iya, apakah doa kita sama, ingin
dipertemukan dengan yang shalih? Semoga sama ya. Dan kalau aku tidak
shalih, kuharap kamu adalah cahaya yang Allah kirim untuk membimbingku.
Aku selalu percaya, tak ada doa yang tak didengar oleh Allah. Kamu juga
percaya, kan?
.
Jodohku, siapa namamu? Ah, aku harusnya sadar,
menanti jodoh ibarat menanti kematian. Harusnya tidak digelisahkan, tapi
dipersiapkan. Kamu sedang mempersiapkan?
.
Jodohku, siapa
namamu? Apa memang kita belum kenal, atau memang sudah kenal tapi tak
tahu, bahwa nama kita sudah bersanding di Lauh Mahfuzh. Aku punya
firasat, kamu adalah pembaca tulisanku; atau mungkin bisa pula, aku
adalah pembaca tulisanmu.
.
Jodohku, siapa namamu? Aku harap aku
dan kamu berjalan di jalan yang sama, jalan yang Allah ridhoi. Insya
Allah, jika jalan kita sama, kita pasti segera bertemu dititik yang sama
pula. Aamiin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
lebih baik memiliki 1 artikel berkualitas hasil karya kita sendiri daripada memiliki 100 artikel hasil copas dan tidak berkualitas sama sekali.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar